Wednesday, August 15, 2007

not least

aku mengamatinya, geriknya. seperti yang tak pula hatinya inginkan untuk kembali.
jemari itu- ya, ia mengibaskan rambut - rambut kecil disekitar alis, menyentuh - nyentuhnya sebagian,
rasanya seperti sesuatu yang terbatasi..

ataupun aku seperti sebuah luka yang menghampirinya?
'jangan menyentuh lukanya lagi'..
hatinya bergegas tak ingin melaruti sebuah kemungkinan yang tak mungkin..
dan lukanya pun sudah mengecil, lihat saja rona wajah yang sedatar tanpa sebuah pengaitan di masa lalu..
bertawa dan menggurau..

oh.. melodrama romantika cahaya,
diatas atap dunia tanpa batas berwarna hitam,
bila kau melihatnya- cahaya - cahaya yang tersungging
untuk semua yang berarti di dunia ini,
dan sinar - sinar yang penuh kekosongan,
begitu pula dengan kesedihan di hatiku..
padahal aku sudah berusaha sebaik mungkin tak ingin merindukannya malam ini..


sudahlah, jangan bertingkah seperti orang bodoh..


aku berpegangan pada nafasku yang terhela,
aku menghargainya, untuk sesuatu yang melebihi apapun.
maafkan hati yang tersakiti..


kemudian, dia memastikan gadis itu tlah pergi dari dunianya.... tidak pun debu - debu yang menjejak.
dan aku berusaha mengakhiri duniaku yang telah berakhir.

No comments: